Aku rebahkan sesalku
rentangkan tangan lepas sejuta kejengahan
terlentang di bawah genting yang pastinya basah oleh embun Dingin
mencoba untuk menjahit mata
malam yang sama seperti malam-malam sebelumnya
anganku menerka, di balik atap sana?, masihkah ada rembulan beserta bintang-bintang?
Kawan-kawan telah lelap berselimut dingin dan sepi
berjalan di alam mimpi mereka sendiri-sendiri
Energi Anganku melayang melesat menuju Nirwana, lepas dari Ruang dan Waktu, menembus jelaga sunyi , tinggalkan materi Tubuhku yang tlah lelah. Kesunyian yang terselip di antara siang-Nya Dzat Yang Maha Agung
Seperti Siang yang juga selalu terselip diantara malam-malamNya,
Seperti Dingin yang selalu menyelimuti Tubuhku, tapi tidak untuk Jiwaku
Kekasih
bayang-bayangmu menari
dari balik sayup-sayup suara jengkerik Malam yang bernyayi
seperti malam-malam sebelumnya
Wo2k
Agustus 2007



















