Yusufi | Eko Sujarwo

50

Sozialismus Uberalles

 

 

  • Keindahan yang Terindah, Terletak pada Tempat antara dua Hal atau apa saja yang mempunyai Bentuk, Sifat, Warna, Karakter yang berbeda. seperti halnya keindahan Pantai diantara Daratan dan Lautan. Seperti satu diantara seribu buah Sorga yang di turunkan ke muka Bumi diantara Suami Isteri, Ialah; Kasih Sayang. di antara Pemimpin dan Rakyatnya yang sejajar.
  • Mencintai Diri sendiri adalah salah Satu usaha yang tidak begitu Sulit, akan lebih sulit ketika waktu menghadapkan kita Untuk mencintai Orang Lain atau masyarakat klas bawah.
  • Manusia, Tidak cukup dinilai dari Ilmu Pengetahuan yang di Kuasainya, akan tetapi akan lebih memilki arti apabila di nilai dari Tingkah lakunya, sebagai cermin Ilmu Pengetahuan yang dikuasai, di pahami dan diterapkannya
  • Institusi Pendidikan, yang dimana para Intelektual dan orang-orang terdidik dengan Pengetahuan, Meras Suci dan selalu cuci tangan dengan Carut marut Politik Negara terhadap Masyarakatnya adalah bentuk sikap Egoisme dan bersifat memisahkan diri dari kemiskinan, Kelaparan, Ketertindasan dan ketakutan yang tidak bisa lepas dari Hegemoni Masyarakat yang jauh dari Pendidikan Politik.
  • Akan Celaka Suatu bangsa jika kelompok-kelompok masyarakattnya terjebak pada suatu Golongan-golongan dan larut dalam gerakan-gerakan yang menyeret-nyeret oang-orang lainnya kedalam golongan-golongan, dan lebih celaka lagi jika kebanyakan dari mereka bergerak tanpa bendera, ialah kelompok-kelompok dengan Ideologi Apatis dan Egois.
  • Membebaskan dengan Perjuangan sebuah masyarakat yang terkungkung Asasinya oleh Negara yang Totaliter Absolut Monarki adalah kerja nyata yang suci, tapi akan lebih memiliki arti kekuatan yang berarti, jika masyarakat itu memperjuangkan sendiri asasinya. untuk itu masyarakat harus mengerti dan Paham. Untuk mengerti dan paha, maka yang mengerti dan pahamlah yang mempunyai Kwajiban turun ke Akar Rumput untuk Bicara dan Kerja Mengenai Pendidikan Rakyat
  • Masyarakat yang Egoistis, Paranoya. Tidak mengerti akan Hak dan Kwajibannya, adalah masyarakat yang baru terlepas dari Penindasan ( Pasca Hegemoni Negara Monarki Absolute), sementara keterlepasan itu disebabkan oleh kekuatan dan kekuasan lain, yang belum jelas kepentingannya. Keterlepasan itu bukan merupakan hasil Perjuangan masyarakat itu sendiri. maka yang terjadi, masyarakat tersebut akan tetap menjadi alat sebagai syarat syah suatu Negara. hanya sebagai Obyek bukan Subyek kekuasaan. akibatnya kekuasaan Dari, Oleh, dan Untuk Rakyat hanya Retorika dan Idealita di Ruang-ruang Kelas. tidak akan pernah Terwujud dalam realitas politik hubungan Rakyat dengan Negaranya. dan bukan Barang yang aneh jika masyarakat itu selalu di bodohi, di miskinkan, di tindas dan di didik dengan ketakutan-ketakutan. karena dalam benak mereka bahwa kekuasaan pemerintah, Birokrasi, dan aparatur beserta Instrumen-instrumen kekuasaannya itu masih berada di atas mereka. bukannya setara dan bahkan sejujurnya berada di bawah mereka. mereka mengganggap pemimpin adalah nahkoda yang tidak bisa diarahkan, apalagi di protes jika oerahu menuju Arus yang membahayakan kelangsungan suatu bangsa. mereka/ Masyarakat belum sadar, bahwa Negara atau Pemerintahan beserta Instrumennya didirikan hanya sebagai alat dan Fungsi Legalisasi untuk menuju keadilan dan Kemakmuran masyarakat Itu sendiri. Paradigma itulah yang harus kita Rubah, kalau kita memang ingin bicara Perubahan dan membenci Stagnasi. dan itu hanya bisa di lakukan di akar Rumput dengan cara menyibak paradigma dan memberikan Idelita bentuk Pendidikan Politik kekuasaan terhadap Masyarakat
  • Janganlah memberikan suatu gelar apapun terhadap kami, selama gelar yang kami capai di dalam suatu Institusi Pendidikan masih dalam tahap kemampuan membebaskan diri sendiri dari Kelaparan.
  • Menjunjung tinggi Nilai-nilai Perkawanan, adalah ketulusan yang di sertai kesadaran, Bahwasannya kita sedang belajar bermasyarakat, dan merupakan suatu Tonggak awal sebagai makluk Sosial yang mengesampingkan Untung dan Rugi.
  • Mencintai Orang Lain tanpa harus menuntut, orang lain akan membalas cinta dan kasih sayang kita, atau tidak memandang orang lain telah mencintai dan membantu kita, adalah suatu gambaran dari lukisan yang sempurna yang bertemakan Ketulusan dan Kesucian Cinta Manusia
  • Mungkin akan sulit untuk kita membuktikan Orang lain mencintai kita atau tidak, dengan Ujian dan Pembuktian. Pembuktian bisa terlahir dari Pembohongan. Cintai saja Orang lain, tanpa harus memandang orang lain Percaya atau tidak percaya terhadap cinta kita
 
My Pages
Home
Blog
Photo Gallery
About Me
Mechanical
Building
Flixster
Friendster
Youtube Videos
Start I
KBS
Kliping
Main Pages

 Mechanical Engineering

 Bangunan Gedung

  • Konstruksi dan Bahan

    Konstruksi tahan gempa 

    Bambu beton Tulangan 

    Sterofoam 

    Bahaya Asbes

   Rumah Kapitalis

  •     Architecture 

   Rumah bpk Amir Mahmud

    Denah Rmh Bpk Nur Syamsudi

    Rencana Rumah Siswo Adi C

 

Organisasi dan Sosial (Affiliations)


 Lingkungan

    Bencana Tsunami

    Septictank Komunal Untuk Pemukiman Padat
 

 

Kasusteraan

    Puisi dan Sajak

 

Webs Community

    Flixster 

    Friendster 

    Youtube Videos 


Mechanical Engineering

Convertion Energi  

Alat Uji Kemampuan Gasket. Twice Winner for TPSDP competition, 2006

Hoses Design and Constructions

Konstruksi Slof, Balok, dan Kolom Terhadap Vibrasi Gempa


KELOMPOK BELAJAR SOSIALIS