Perkuat Bangunan Dengan Balok Segitiga Contoh Penggunaan Balok Balok Segitiga, menurut Penulis
Kamis, 24 April 2008 | 04:30 WIB Yusufi Eko Sujarwo Bagaimana kita memperkuat bangunan agar tahan gempa selain memperhatikan detil dan material struktur utamanya (pondasi, kolom, dan balok) juga bisa dilakukan dengan memasang balok Segitiga yang berfungsi sebagai pengaku, Prinsip ini sudah di pegang oleh para perancang konstruksi, pelajari prinsip-prinsip bangunan jawa dengan konstruksi kayu, pada jaman dahulu. saat ini di karenakan kayu semakin mahal, maka penggunaannya dapat mepakai bahan Beton, Mengenai cara pengerjaannya dengan menggunakan cetakan yang langsung di desaignkan/tempelkan pada balok/slof/kolom utama.
Pemasangan Balok Segitiga merupakan hasil modifikasi perkuatan yang disesuaikan antara struktur utama bangunan dengan denah rumah yang ada. Pendapat dan temuan modifikasi ini dikemukakan dari hasil pengembangan dari prinsip-2 konstruksi/mekanika teknik tentang bagaimana membuat struktur rumah yang lebih kuat untuk menahan gempa tau angin .
Peletakkan Balok Segitiga bisa sejajar dengan slof (balok bawah) maupun sejajar dengan balok atas dapat juga untuk Kolom. Namun, untuk mempermudah pemasangan dan menghindari struktur yang rumit, Lebih baik mengenai methodanya anda dapat menanyakan kan langsung lewat Mailing List; <eko.sujarwo@yahoo.com>. Balok ini akan dipasangkan pada semua sudut slof,balok atas dan Kolom yang merupakan titik pertemuan semua balok beton. Titik temu ini bisa lebih dari satu, tergantung dari denah dan betuk profile konstruksi rumahnya.
Dengan adanya Balok Segitiga, masing-masing elemen struktur (balok, pondasi, dan kolom) akan bekerja menjadi satu kesatuan sebagai stuktur bangunan yang kokoh dan tidak bekerja secara terpisah untuk menahan gaya gempa. Masing-masing elemen akan “bergerak” bersama-sama bila ada goyangan gempa.
Prinsip Segitiga Jika diperhatikan, dengan adanya pengaku berupa Balok Segitiga maka akan terbentuk struktur segitiga, dengan sisi mendatar dan tegak berupa balok slof dan sisi miringnya berupa Balok Segitiga. Dalam ilmu struktur, bentuk struktur rangka segitiga merupakan bentuk struktur yang mempunyai kekuatan statis lebih besar dibandingkan struktur persegi empat.
Bentuk struktur persegi empat mempunyai kekakuan yang kurang sehingga bila ada gaya vertikal (gaya gempa) yang menimpanya, struktur itu mudah ”bergerak” dan akibatnya bangunan akan rubuh. Ini mengingat pada titik sudut pertemuan atau sudut rawan terjadi momen puntir dan tidak ada yang mengaku pergerakan itu. Sistim struktur segitiga akan memberikan keseimbangan gaya pada titik pertemuan tersebut dan juga dapat saling menguatkan (lihat gambar: Contoh perlakuan struktur pada dinding di antara dua kolom atau dua balok dapat juga pada pertemuan delapan bagian, jadi dalam satu titik pertemuan terdapat delapan balok segitiga) tergantung konstruksi sambungannya.
Didukung Struktur yang Tepat Saya mengingatkan, fungsi pemakaian Balok Segitiga dapat berhasil bila struktur rumah dibuat dengan material dan detil yang tepat. Sebagai contoh mutu campuran beton harus sesuai dengan perbandingan yang dianjurkan yaitu 1 semen : 2 pasir : 3 koral. Bahan pasir dan kerikil harus bersih dari lumpur. Kadar lumpurnya maksimum 5% untuk pasir dan 1% untuk kerikil.
Selain itu tulangan utama pada kolom dan balok harus sesuai dengan standart yang diijinkan untuk menahan beban bangunan. Untuk kolom bangunan satu lantai, tulangan minimumnya adalah diameter 12 mm sebanyak 4 buah. Sedangkan untuk tulangan sengkang digunakan diameter 8 dengan jarak pemasangan minimum 10 cm.Desaig dapat juga menggunakan tambahan besi pada rangka luar (dalam satu kolom terdapat lima besi, yang dibengkokkan pada pertemuan sudut dengan mengambil sudut bengkok 1/5 dari total panjang balok utama), ini dapat diperlakukan tidak hanya pada balok saja, tapi juga kolom. meski ini merupakan hasil rekayasa pengembangan dan perhitungan Penulis, namun Prinsip ini sudah merupakan prinsip Mekanika teknik untuk semua konstruksi baik bangunan atau mesin, jadi siapapun dapat memakainya tanpa harus meminta ijin pada penulis, tapi bisa meminta bantuan untuk dasar perhitungannya. Eko Sujarwo Alumnus Bangunan Gedung STMN 1 Tulungagung, D3 Mesin ITS JJ BUILD at Architech Desaign Mainstreem Western Houses Referency Desaign, Draft, Work Shop, 'N Klipping Media Entah ada angin apa? di awal bulan Juni 2008, kawanku si Siswo Adi, meminta bantuanku untuk merencana dan mendesaignkan Rumahnya, padahal sudah satu Tahun ini tidak ada pekerjaan untuk perencanaan dan Pelaksanaan Bangunan, ini pas banget dengan tugasku di Uplink sebagai Staff Litbang yang kebetulan rada Longgar, di pikir-pikir bisa untuk mengisi waktu yang longgar. dari pada nganggur di waktu luang, langsung ku iyakan aja. itung-itung mengasah Ilmu Bangunanku, biar tetap Tajam Pertemuan Kampung, 20 Maret 2008 Pada Pertemuan Kampung yang kebetulan diliput oleh TV MBC dari Korea tersebut, Abah Waras (Selaku Presidium Paguyuban) dan Bpk andreas ( Ketua Paguyuban ) di dalam Sambutannya, Mengharapkan supaya "Warga Harus kompak untuk melakukan Renovasi seadanya/sederhana dengan cara gigih untuk meningkatkan Tabungan, meski kondisinya lagi memprihatinkan (Ekonomi Nasional Terus mengalami Inflasi/Kenaikan Harga Barang-2; Menurun-nya Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Terhadap Kebutuhan Bahan-bahan Pokok sehari-hari)tanpa harus Menunggu dan mengharapkan adanya Bantuan atau Pinjaman..................( Selengkapnya )
| |